Skip to main content

Jangan Merasa Paling Menderita



Setiap manuasi memiliki kisah yang berdeda dan kisah itu Allah yang punya cerita, ibarat kata kita hanyalah seorang pemeran yang bayarannya adalah surga atau neraka.

Haiii kamu yang merasa paling menderita, mungkin kamu terlalu sering melihat ke atas dalam urusan dunia dan melihat kebawah dalam urusan akhirat. Hingga kita merasa paling susah padahal kita senidri yang bikin susah , benar tidak ?
Allah Ta’ala berfirman
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Ayat di atas jelas menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah semata. Itu berarti selain urusan tersebut adalah kebutuhan pendukung dalam kehidupan kita.
Nyatanya manusia sering salah kaprah , tujuan utama di jadikan nomor dua atau bahkan nomor kesekian kalinya. Sedangkan tujuan pendukung jadi tujuan hidupnya. Heemmmm padahal manusia tau dunia itu penuh tipu daya. Mengapa demikian ?????
Ya tentu saja , apakah kalian pernah melihat keabadian dalam dunia ? tidak bukan ? apapun yang diciptakan Allah akan lenyap denga sendirinya
Muda menjadi tua, hidup kemudian mati , bertemu juga akan berpisah, siang menjadi malam dan sebagainya. Soo kenapa masih tertipu ?
Manusia setengah mati mengejar dunia sekan lupa bahwa ia juga akan meninggalkan dunia pada waktu yang telah di tentukan.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Comments